Ada yang berbeda dengan suasana Asrama Putra Daarul Qoror hari ini. Tidak ada suara tawa yang meledak-ledak di selasar, tidak ada langkah tergesa menuju ruang praktik. Hari ini, suasana dipenuhi oleh keheningan yang penuh makna, diiringi dengan lantunan doa yang membumbung tinggi ke langit.
Jauh di sana, di ujung timur Nusantara, saudara-saudara kita di NTT sedang berduka. Gempa yang mengguncang bumi mereka, seolah juga turut mengguncang hati para siswa yang tinggal di asrama kami.
Di SMKS Plus Nurul Hakim, kami selalu menanamkan satu prinsip kuat: bahwa kecerdasan intelektual dan keterampilan tangan akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan kepekaan hati. Hari ini, kami tidak sedang mengajarkan teori tentang empati di dalam kelas. Kami sedang mempraktikkannya secara nyata.
Kotak-kotak donasi diedarkan, bukan untuk menggugurkan kewajiban, tetapi sebagai wujud cinta dari seorang saudara untuk saudara yang sedang diuji. Setiap rupiah yang terkumpul, setiap barang yang disisihkan, adalah pesan tak terucap yang kami titipkan untuk mereka: “Kalian tidak sendirian. Kami mendoakan kalian.”
“Ketika saudara sedang diuji, kepedulian kita adalah bentuk nyata dari persaudaraan.” ❤️
Ini adalah Kabar Asrama Daarul Qoror – Edisi 001. Sebuah pembuka dari rangkaian kepedulian yang insya Allah tidak akan berhenti di sini. Mari kita kirimkan kekuatan terbaik kami. Ya Allah, angkatlah penderitaan saudara-saudara kami di NTT. Gantikanlah ketakutan mereka dengan ketenangan, dan gantikanlah air mata mereka dengan senyum kebahagiaan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. 🤲