Kamis, 4 September 2025, santri putri Jurusan Desain Produksi Busana (DPB) SMKS Plus Nurul Hakim Kediri kembali melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) berbasis Teaching Factory (TEFA). Fokus pembelajaran kali ini adalah pada pembuatan pola lapisan dan kerah, sebuah kompetensi penting dalam industri busana yang menuntut keterampilan teknis dan ketelitian tinggi.
Meskipun kegiatan berlangsung di sekolah, sistem kerja yang diterapkan sudah sepenuhnya meniru suasana industri garmen profesional. Setiap santri dibagi ke dalam kelompok kecil dengan jobdesk yang jelas, mulai dari perancang pola, pemotong bahan, hingga penyusun dan pengecek hasil. Pembagian tugas ini mengajarkan bagaimana sebuah produk fashion dihasilkan melalui rantai kerja yang terstruktur, efisien, dan terukur.
Proses pembelajaran dimulai dengan briefing pagi, di mana pembimbing menjelaskan target harian, membagikan bahan, serta menegaskan standar mutu yang harus dicapai. Setelah itu, santri mulai mengerjakan pola lapisan dengan menyesuaikan ukuran secara presisi, melanjutkan ke proses pemotongan kain, hingga merancang bentuk kerah sesuai desain. Setiap tahap pekerjaan selalu diawasi, diperiksa, dan dievaluasi, sehingga hasil akhir benar-benar memenuhi standar kualitas industri.
Kegiatan ini bukan sekadar latihan keterampilan menjahit. Santri dilatih untuk bekerja dengan disiplin waktu, manajemen produksi, komunikasi tim, serta konsistensi mutu. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan ketika mereka terjun langsung di dunia kerja nyata. Suasana kerja yang terbangun juga menanamkan budaya kerja profesional, di mana setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap kualitas dan ketepatan produk yang dihasilkan.
Selain aspek teknis, kegiatan PKL TEFA juga menjadi wadah untuk menumbuhkan sikap kreatif, inovatif, dan problem solving. Saat menghadapi kesulitan dalam menggambar pola atau menyesuaikan ukuran, para santri diajak untuk menemukan solusi terbaik secara mandiri maupun kolaboratif. Dengan demikian, mereka tidak hanya terampil secara keterampilan tangan, tetapi juga terlatih dalam berpikir kritis dan mengambil keputusan.
Kehadiran kepala sekolah serta guru pembimbing yang rutin melakukan monitoring menjadi bentuk dukungan dan motivasi agar para santri semakin percaya diri dalam menghasilkan karya. Apresiasi juga diberikan atas semangat kerja keras dan hasil yang dicapai, sehingga santri merasa bahwa setiap usaha mereka dihargai layaknya pekerja di sebuah perusahaan.
Melalui PKL berbasis TEFA ini, Jurusan DPB SMKS Plus Nurul Hakim berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang otentik, relevan, dan sejalan dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Dengan bekal keterampilan, sikap profesional, dan pengalaman kerja nyata yang diperoleh, para santri diharapkan semakin siap untuk melangkah ke masa depan dan berkontribusi dalam industri fashion tanah air.