Info Sekolah
Kamis, 09 Apr 2026
  • "DUNIA OKE AKHIRAT YES"
  • "DUNIA OKE AKHIRAT YES"
4 September 2025

Dari Saklar hingga Trali: Santri TITL & TKR Terapkan Budaya Kerja Industri

Kam, 4 September 2025 Dibaca 98x TITL / TKR

Kamis, 4 September 2025, SMKS Plus Nurul Hakim Kediri kembali menggelar kegiatan Praktik Kerja Lapangan berbasis Teaching Factory (Tefa) yang diikuti oleh jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Program ini menjadi bagian dari PKL sekolah yang dirancang menyerupai sistem kerja di industri mitra, sehingga setiap proses dijalankan sesuai standar profesional.

Sejak pagi, para santri mengikuti briefing layaknya morning meeting di perusahaan. Mereka menyampaikan progres pekerjaan hari sebelumnya, kemudian menerima jobdesk baru yang harus dituntaskan. Pola ini melatih tanggung jawab, disiplin waktu, serta komunikasi kerja yang baik—kompetensi penting ketika kelak benar-benar terjun ke dunia kerja.

Setelah itu, para santri langsung memasuki aktivitas produktif. Ada yang bertugas membuat penutup saklar untuk melindungi pengguna sekaligus menambah estetika rumah, sementara kelompok lain mengerjakan trali sebagai penunjang keamanan dan kenyamanan ruangan. Setiap peran terdistribusi dengan jelas: mulai dari memotong bahan, merakit, mengontrol kualitas, hingga memastikan hasil akhir sesuai standar.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan perbaikan trainer atau alat praktik pembelajaran. Proses ini dikerjakan dengan penuh ketelitian, mengikuti SOP (Standard Operating Procedure) sebagaimana berlaku di bengkel atau pabrik. Dengan begitu, santri terbiasa bekerja secara sistematis, terukur, dan berorientasi kualitas.

Kehadiran kepala sekolah sebagai supervisor lapangan turut menambah suasana kerja semakin hidup. Beliau memberikan monitoring, evaluasi, sekaligus dorongan semangat agar santri tetap berkreasi dan berinovasi, seolah-olah mereka sedang berada di bawah supervisi langsung dari pimpinan industri.

Menjelang akhir kegiatan, diadakan refleksi kerja atau rapat evaluasi. Setiap kelompok memaparkan hasil produksinya, membahas kendala, serta menyusun target esok hari. Refleksi ini menanamkan budaya continuous improvement (perbaikan berkelanjutan) yang menjadi ciri khas budaya kerja industri.

Melalui PKL berbasis Tefa ini, para santri TITL dan TKR tidak hanya belajar teori, tetapi juga benar-benar merasakan ritme kerja industri: disiplin waktu, target produksi, kontrol kualitas, kerja tim, hingga adaptasi pada situasi nyata. Dengan semangat kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, diharapkan mereka mampu mengembangkan keterampilan relevan serta siap bersaing di dunia kerja setelah lulus.